PENGANTAR KIMIA ANALITIK

Posted: January 27, 2010 in ARTIKEL ILMIAH KIMIA

Kimia analitik
pada dasarnya menyangkut penentuan komposisi kimiawi suatu materi. Dahulu hal tersebut merupakan tujuan utama seorang ahli kimia analitik. Tetapi dalam kimia analitik modern aspek-aspeknya juga meliputi identifikasi suatu zat, elusidasi struktur, dan analisis kuantitatif komposisinya. Tugas yang sulit bagi seorang ahli kimia analitik adalah menerangkan apa sesungguhnya kimia analitik itu? Ini adalah suatu cabang ilmu pengetahuan dimana banyak pekerja-pekerja dibidang penelitian telah turut berperanan dalam pengembangannya. Misalkan metode kromatografi telah ditemukan oleh seorang biokimiawan , atau seorang ilmuwan dibidang biologi, sedangkan metode seperti resonansi magnetik inti atau nuclear magnetic resonance (NMR) dan spektroskopi massa, dikembangkan pertama kali oleh seorang fisikawan. Berdasarkan pengamatan sejumlah publikasi hasil penelitian di majalah-majalah ilmiah menunjukkan bahwa 60% dari naskah-naskah yang berhubungan dengan kimia analitik dihasilkan oleh mereka yang sebenarnya bukan seorang ilmuwan dibidang tersebut. Ternyata banyak ilmuwan peneliti yang menggunakan teknik-teknik analisis baik dibidang kimia naorganik, kimia organik, ataupun biokimia berkeberatan menyebut dirinya sebagai seorang kimiawan di bidang analitik dengan berbagai alasan. Masalah selanjutnya adalah penerapan secara luas analisis basah yang terutama menyangkut metoda gravimetri dan volumetri. Metode analisis yang dilaksanakan puluhan tahun yang lalu didominasi oleh metode analisis klasik. Untunglah dengan penemuan analisis modern meliputi instrumen, metoda klasik tersebut mulai ditinggalkan. Meskipun demikian tidaklah berarti metode klasik ini terhapuskan begitu saja dengan pengembangan metode-metode analisis yang lebih baru, karena metode-metode baru ini mempunyai mempunyai jangkauan terbatas, misalkan saja metode baru tidak dapat digunakan bia zat yang dianalisis terdapat dalam konsentrasi yang sangat besar dan dipihak lain metoda analisis klasik masih diperlukan untuk menstandarisasi metode-metode baru. Suatu kecenderungan yang salah adalah anggapan bahwa metode-metode analisis instrumental hanya memberikan arti pada masalah peralatannya, karena metode analisis klasikpun mempergunakan instrumentasi seperti buret, pipet, atau neraca. Yang dimaksud dengan metode analisis modern adalah mereka yang dapat mengategorikan analisis analisis yang cepat, sederhana dan dengan sensitivitas tinggi. (sumber : KONSEP DASAR KIMIA ANALITIK ; S.M Khopkar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s